TIM JAKARTA, TRADISILISAN.ID—Tari Yospan dari Papua menyemarakkan acaraFestival Internasional Tradisi Lisan XIII di Taman Ismail Marzuki (TIM) hari kedua, Kamis (7/8/26). Sebanyak tiga pasang anak-anak muda Papua yang tinggal di Jakarta membawakan tari pergaulan ini dengan suka cita dengan iringan musik berirama cepat dan riang sehingga mengundang siapapun ikut bergoyang.
Pada sajian pertama, keenam penari itu menari sendiri dengan komposisi melingkar, berhadapan, berbaris, berpasangan, atau juga gerakan menerobos di antara lengkungan dua lengan, serta menari berpencaran. Tidak salah, begitu tarian pertama selesai, para peserta seminar langsung maju dan berbaur bergandengan tangan dengan para penari pada tarian kedua. Maka yang kemudian terjadi pertunjukan terasa seperti pesta bersama, bukan sekadar tontonan.

Yospan sebetulnya adalah gabungan dua tarian, Yosim dan Pancar, yang dipadukan sekitar tahun 1960-an karena karena perubahan sosial yang terjadi di Papua pada saat itu. Gerakannya enerjik dan mudah diikuti, sehingga orang yang belum pernah belajar pun dapat ikut menari.
Tari Yospan dihadirkan untuk menciptakan suasana gembira dan kebersamaan. Sering ditampilkan pada pesta rakyat, penyambutan tamu, perayaan adat, festival budaya, hingga acara sekolah dan kampus. (hn)