Kiagus Wirawan Rusdi, dalang Wayang Palembang dari generasi ketiga penerus Sanggar Sri Palembang. Setelah hampir tiga dasawarsa ia tenggelam di dasar ingatan wong kito, orang Palembang, kini Wayang Palembang muncul kembali ke permukaan. Tidak terkenal, memang, akan tetapi paling tidak ia telah bangkit dari mati suri-nya sejak di penghujung abad lampau. […]
Ekspresi Seni Tradisi
Wayang Palembang (II): Mengusung Sendiri Kerandanya
Kiagus Rusdi Rasyid (kedua dari kanan) dari Sanggar Sri Palembang saat hadir pada Festival Wayang 1978 di Jakarta (Dokumentasi keluarga Kiagus Rusdi Rasyid) Tidak banyak orang tahu bahwa tradisi wayang (kulit) juga ada dan pernah berkembang di Palembang. Tampilannya cukup khas. Misalnya, ia dimainkan tanpa sinden seperti halnya pada pertunjukan wayang kulit […]
Wayang Palembang (I): Punah Ditinggalkan Pendukungnya
Rombongan dari Sanggar Sri Palembang saat mengikuti Festival Wayang 1978 di Jakarta (foto: dokumentasi keluarga Kiagus Rusdi Rasyid) Pengantar: Pada tahun 1990-an, Wayang Palembang nyaris hanya tinggal nama. Saat itu tak lagi terdengar keberadaannya, sebagaimana dapat disimak dalam dua laporan yang dimuat harian Kompas: “Punah Ditinggalkan Pendukungnya” (Kompas, 2 Januari 1996) dan “Mengusung Sendiri […]
Sakeco, Bertahan dari Kepunahan
Namanya Sakeco, seni tutur yang populer bagi masyarakat di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat/KSB, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Seni tutur ini berupa cerita yang disampaikan lewat ucapan dan nyanyian (lawas). Pemainnya dua orang: laki-laki dewasa—meski belakangan melibatkan anak-anak dan remaja laki-laki dan perempuan. LAT musik yang digunakan kombinasi vokal dengan permainan rebana […]