Surat dari Menteng Wadas 

Awak TRADISILISAN.ID (dari kiri ke kanan: Henri Nurcahyo, Kenedi Nurhan, Andi Sulkarnaen, Pudentia MPSS, Susi Ivvaty, Yul Adriansyah)

 

Sahabat ATe-eLian,

Mulai hari ini, Rabu (1/7/2026), portal khusus mengenai tradisi lisan Nusantara hadir untuk berbagi cerita dan berita tentang para pelaku tradisi dengan berbagai persoalan yang mereka hadapi, termasuk di dalamnya kisah di balik keberadaan tradisi lisan yang mereka “hidupi”. Melalui laman-laman yang tersedia di ‘ruang-bingkai’ JENDELA dengan sejumlah kategori yang merupakan bagian dari ruang lingkup tradisi lisan, kami mencoba menghadirkan berbagai isu, utamanya mengenai para pelaku yang “menghidupi” dan “menghidupkan”-nya.

selengkapnya

Saidi Kamaluddin RAJA DULMULUK DARI PALEMBANG

Saidi? Saidi Kamaludin? Tak jauh dari sini. Dua tikungan di depan, lalu belok kanan, tanya saja di sana mana rumah Saidi si "Raja Semalam". Semua orang yang tinggal di lingkungan itu pasti tahu.

 

Ungkapan "Raja Semalam" tampaknya begitu melekat pada Saidi, lelaki kelahiran 1938 di Desa Pemulutan, Kecamatan Ogan Komering Ilir (kini Ogan Ilir), Sumatera Selatan. Berkat perannya sebagai raja yang kerap ia mainkan selama hampir separuh abad dalam lakon teater tradisi Abdul Muluk atau biasa disebut Dulmuluk, lelaki tinggi-besar ini ternyata lebih dikenal oleh para tetangganya lewat sosok tokoh yang ia perankan itu daripada nama lengkapnya: Saidi Kamaludin!

selengkapnya

Video lainnya koleksi tradisilisan.id

selengkapnya

ARTIKEL TERBARU

Jangan keliru, bingkai “Maestro” di ruang JENDELA bukan hadir untuk merayakan sebuah seremonial penghargaan. Ia ada sebagai alarm keras bagi kita semua: bahwa tanpa penjaga tradisi lisan ini identitas budaya kita sedang di ambang kepunahan.

selengkapnya