ATL dan Kiprahnya

sosiasi Tradisi Lisan (ATL) merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pelestarian, pengembangan, dan pemajuan tradisi lisan sebagai bagian dari warisan budaya takbenda (WBTb) Indonesia  yang sangat berharga. Kami hadir sebagai wadah kolaborasi bagi para pegiat budaya, akademisi, peneliti, seniman, komunitas, serta generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan tradisi lisan di tengah perubahan zaman.

Tradisi lisan bukan sekadar cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi, melainkan juga mengandung nilai-nilai kehidupan, kearifan lokal, norma sosial, hingga identitas suatu masyarakat. Bentuknya sangat beragam, mulai dari cerita rakyat, legenda, mitos, dongeng, pantun, syair, mantra, hingga seni bertutur yang hidup dan berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Namun, di era modern yang serba digital, banyak tradisi lisan yang mulai tergerus dan terancam punah apabila tidak dilestarikan secara serius dan berkelanjutan.

Atas dasar itulah, ATL berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali tradisi lisan melalui berbagai program strategis. Kami melakukan kegiatan dokumentasi dan digitalisasi untuk memastikan bahwa kekayaan budaya ini dapat diakses oleh generasi sekarang dan mendatang. Selain itu, kami juga menyelenggarakan penelitian, diskusi ilmiah, pelatihan, workshop, seminar, hingga festival budaya yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Kami percaya bahwa pelestarian tradisi lisan tidak bisa dilakukan secara individu, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, kami aktif menjalin kerja sama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas budaya, serta berbagai pihak lainnya untuk menciptakan ekosistem yang mendukung keberlanjutan tradisi lisan di Indonesia.

Di samping pelestarian, kami juga mendorong inovasi dalam pengembangan tradisi lisan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Melalui pemanfaatan teknologi digital, media sosial, serta pendekatan kreatif, kami berupaya menghadirkan tradisi lisan dalam bentuk yang lebih menarik dan mudah diterima oleh generasi muda tanpa menghilangkan nilai-nilai aslinya.

Kami merupakan anggota tim ahli dalam penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBT) nasional serta pengajuan Intangible Cultural Heritage (ICH/WBTb) ke UNESCO. Di tingkat internasional, kami juga menjadi anggota kelompok Heritage Alive dan kelompok film dokumenter. Selama sepuluh tahun terakhir, kami telah menjadi peserta aktif dalam Sidang Umum dan Sesi ICH, serta menjadi narasumber untuk pelestarian ICH di Indonesia.

Visi kami adalah menjadikan tradisi lisan sebagai sumber inspirasi, pengetahuan, dan identitas budaya yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Adapun misi yang kami emban meliputi pelestarian, edukasi, dokumentasi, serta promosi tradisi lisan baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

ATL hadir bukan hanya untuk menjaga warisan masa lalu, tetapi juga untuk membangun jembatan menuju masa depan, di mana tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan. Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya, kami berkomitmen untuk terus menghidupkan suara, cerita, dan nilai-nilai luhur yang menjadi bagian tak terpisahkan dari jati diri bangsa Indonesia.